Bisnis

Emas Global Berkilau Meski Risiko Resesi AS Membayangi Pasar Saham

Emas Global Berkilau Meski Risiko Resesi AS Membayangi Pasar Saham

liputan7up – Harga emas internasional dibuka naik pada perdagangan Kamis pagi. Kenaikan ini masih tetap didorong oleh turunnya yield atau imbal hasil obligasi Amerika Serikat sebab kecemasan perlambatan ekonomi.

Dikutip dari CNBC, pada Kamis 28 Maret 2019, harga emas di pasar spot naik 0,1 % ke level US$1.310,48 per ons. Selain itu, harga emas berjangka AS turun 0,1 % ke posisi US$1.308,5 per ons.

Ini hari pasar saham Asia kembali terdaftar merah sebab cemas akan krisis yang berlangsung di AS, hingga membuat imbal hasil surat utang atau obligasi di penjuru dunia jadi turun.

Atas beberapa resiko yang begitu penting itu, bank sentra AS The Fed selalu memutuskan wait and see untuk semua kebijaksanaan moneternya sampai sekarang ini.

Emas Domestik

Selain itu, di negeri, harga emas produksi PT Bermacam Tambang Tbk, atau Antam pada Kamis, 28 Maret 2019, dibandrol seharga Rp665 ribu per gr. Harga itu turun Rp2.000 per gr dibandingkan harga tempo hari.

Diambil dari data Unit Usaha Pemrosesan serta Pemurnian Logam Mulia Antam, pembelian kembali atau buyback diputuskan seharga Rp593 ribu per gr, atau turun Rp2.000 per gr dibanding harga tempo hari.

Mengenai harga emas berdasar pada ukuran salah satunya, emas lima gr Rp3,14 juta, 10 gr Rp6,22 juta, 25 gr Rp15,45 juta, serta 50 gr Rp30,83 juta. Lalu, emas 100 gr dibandrol Rp61,6 juta, 250 gr Rp153,75 juta, serta emas 500 gr Rp307,3 juta.

Serta, untuk ukuran emas paling kecil serta paling besar yang di jual Antam di hari ini, yakni 0,5 gr dibandrol Rp357 ribu serta 1.000 gr sebesar Rp614,6 juta.

Setelah itu, produk Batik all series, ukuran 10 gr serta 20 gr dibanderol semasing Rp6,89 juta serta Rp13,23 juta.

To Top