Tekno

Beberapa Layanan GoLife Akan Ditutup Mulai 31 Desember

Gojek bakal menghentikan beberapa layanan pada platform gaya hidup GoLife. Perusahaan mengatakan, kinerja bisnis sebagian besar layanan GoLife stagnan, kecuali  layanan bersih-bersih rumah, GoClean dan layanan pijat, GoMassage.

GoLife melalui platform aplikasinya telah mengumumkan hanya akan fokus pada layanan GoMassage dan GoClean. Kedua layanan tersebut berkontribusi 90% dari total pesanan platform tersebut.

Adapun jasa cuci baju, GoLaundry, jasa pengisian air galon atau GoDaily, dan layanan marketplace akan ditutup pada 31 Desember.

Lalu layanan jasa salon di rumah atau GoGlam dan jasa perbaikan AC atau GoFix akan berhenti pada 15 Januari 2020. Sementara jasa cuci mobil atau GoAuto bakal diintegrasikan dengan layanan GoClean.

Wakil Presiden yang bertanggung jawab terhadap layanan GoLife Wesly Simatupang mengatakan, perusahaan menyadari  perlu meninjau kembali layanan GoLife untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Keputusan ini juga untuk memastikan bahwa konsumen dapat sepenuhnya menikmati ekosistem GoLife, ”ujar Wesly seperti dikutip dari Tech In Asia, Selasa (18/12).

Wesly melanjutkan, perusahaan nantinya bakal mengizinkan mitra-mitranya di GoLife yang terpengaruh dari penutupan beberapa layanan tersebut untuk mendaftar ke layanan Gojek lainnya, seperti GoRide, GoCourier, GoPay, dan GoTix.

Aplikasi GoLife diluncurkan sejak dua tahun lalu dan terpisah dari aplikasi Gojek. Pada saat itu, perusahaan mengatakan pemisahan lini bisnis tersebut akan memungkinkan untuk ekspansi layanannya menjadi lebih cepat karena Gojek hanya akan berfokus pada layanan transportasi dan logistik.

Maret lalu, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia melakukan riset keduanya terkait kontribusi ekonomi Gojek. Hasilnya, pada 2018, kontribusi penghasilan para mitra empat layanan terbesar Gojek, yakni GoRide, GoCar, GoFood, dan GoLife mencapai Rp 44,2 triliun.

Adapun khusus kontribusi mitra layanan GoLife termasuk GoClean dan GoMassage  mencapai Rp 1,2 triliun.

Wakil Kepala Lembaga LD FEB UI Paksi C.K Walandouw mengatakan layanan GoLife mendorong partisipasi perempuan di ekonomi digital dan mendukung mereka semakin mandiri. Penghasilan mereka meningkat sebesar Rp 82 % sejak bergabung dengan GoLife.

“Lebih dari 70 % mitra GoLife adalah perempuan dan hampir 50 % dari mereka merupakan tulang punggung keluarga,” ujarnya di Jakarta, Kamis (21/3) lalu.

To Top