Ini Alasan Pemerintah Mulai Blokir Sosial Media

Baru-baru ini netizen heboh dengan pemberitaan sejumlah media nasional yang melaporkan jika layanan web Telegram sudah diblokir oleh beberapa ISP dan operator seluler tanah air. Perintah pemblokiran layanan ini sendiri diperintahkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo). Namun, perintah pemblokiran Telegram ini baru akan diumumkan pada Senin, (16/07/2017) mendatang.

Tentu saja netizen ramai-ramai membicarakan pemblokiran Telegram di Indonesia, mengingat jumlah pengguna layanan messenger tersebut di Indonesia terbilang tidak sedikit. Selain itu, hingga laporan ini ditulis, belum diketahui secara pasti apa alasan di balik pemblokiran layanan Telegram di Indonesia.

Namun ada desas-desus jika pemblokiran layanan Telegram dikarenakan banyak teroris yang memanfaatkan layanan ini untuk saling berkomunikasi. Entah alasan apa yang sebenarnya, namun pemblokiran Telegram di Indonesia cukup mengejutkan publik tanah air.

Bahkan di beberapa sosial media, para netizen membuat petisi untuk menolak pemblokiran layanan Telegram di Indonesia.

Meski pemblokiran di Telegram baru akan diumumkan Senin pekan depan, namun sejumlah ISP dan layanan opsel di Indonesia sudah mulai memblokir aplikasi web Telegram. untuk operator seluler dan ISP yang telah melakukan pemblokiran, sejauh laporan ini ditulis termasuk XL Axiata, Telkomsel, Indosat, Telkom Indihome, dan First Media, dimana ada 12 domain Telegram yang sudah tidak bisa diakes.

Tidak menutup kemungkinan kedepannya ISP dan opsel lain di tanah air akan memberlakukan pemblokiran atas layanan Telegram di Indonesia. Namun sejauh ini, layanan Telegram masih bisa diakses melalui aplikasi mobile.

Facebook, Twitter, Instagram Hingga Youtube Mau Ditutup, Begini Komentar Netizen

Wacana Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk menutup media sosial dan situs berbagi seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga Youtube mendapat reaksi dari netizen.

Sebenarnya, Rudiantara ingin menutup medsos yang berisi muatan radikalisme. Namun, jika media sosial tersebut tidak menutup akun yang bermuatan radikal, Rudiantara tidak segan menutup semua akses.

Meski baru berupa rencana, langkah ini langsung membuat netizen heboh dan bereaksi. Bahkan ada komentar di twitter menyindir Presiden Joko Widodo yang saat ini tengah getol ngevlog.

“Nanti vlognya mau di share kemana,” tulis akun fathia.bfagih‏ @BafagihFathia, Jumat (14/7/2017).

Berikut komentar netizen terkait rencana penutupan Facebook, Twitter, Instagram hingga Youtube.

dian anggraini‏ @anggrainidian15 waduh ga bisa jualan olshop pak

Dhina @maulidhinar Jangan pak??? Saya baru 16 tahun??? Ga ngerti cara pake pager???

b e l l a‏ @bebel_helton Indonesia rasa korea utara. Go ahead

Bodatrpw‏ @BODATRPW Siappp. Maen friendster lagi pak.

Arini Nurdilh‏ @dilaaariani ini tuh kaya lg berantem sama pacar trs tbtb di block semua medsosnya, barang2 pemberian dikembaliin, nanti pas butuh baru kerasa e e e malu

Rizky Nawan‏ @rizkynawan Oke. Mari mencari sahabat pena.

Majimak Cheorom‏ @azelzell MAU NANGIS AJA KALO BENERAN MAH FB aja yg ditutup gpp tp Twitter, IG, YT jangan dong 

Mala Tajna‏ @malatajna28 Lagi ga flu kan, Pak?

Exit mobile version