Lifestyle

5 Kesalahan yang Memperlambat Metabolisme Tubuh

5 Kesalahan yang Memperlambat Metabolisme Tubuh, liputan7up – Menjaga tingkat metabolisme Anda sangatlah penting bagi Anda yang ingin mengurangi berat badan serta mempertahankannya.

Namun, terdapat beberapa gaya hidup yang Anda miliki mungkin dapat memperlambat kerja metabolisme tubuh.

Hal ini menyebabkan Anda susah untuk menurunkan berat badan bahkan semakin rentan terhadap kenaikan berat badan.

Berikut ini 5 kesalahan yang memperlambat metabolisme tubuh.

  • Asupan Kalori yang Sedikit

Mengonsumsi sedikit kalori dapat menyebabkan sistem metabolisme menurun secara signifikan.

Meskipun pengurangan kalori dibutuhkan dalam penurunan berat badan, namun asupan kalori yang terlalu rendah dapat berakibat sebaliknya.

Saat Anda mengurangi asupan kalori secara dramatis, tubuh Anda secara otomatis akan mengurangi tingkat pembakaran kalori.

Sebuah studi melibatkan orang dengan berat badan kurus dan berlebih mengatakan bahwa mengonsumsi kurang dari 1.000 kalori per hari memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat metabolisme.

Studi lainnya menyebutkan wanita dengan asupan diet 420 kalori per hari selama 4-6 bulan, metabolisme mereka menurun dengan drastis.

Bahkan setelah asupan kalori perhari dinaikkan untuk 5 minggu ke depan, tingkat metabolisme mereka tetap menurun dibandingkan sebelum diet.

Jika Anda ingin mengurangi berat badan dengan membatasi asupan kalori, janganlah membatasinya terlalu banyak karena dapat merusak metabolisme tubuh Anda.

  • Irit Protein

Protein berperan penting dalam mendapatkan serta menjaga berat badan yang ideal.

Kenaikan tingkat metabolisme yang terjadi setelah pencernaan dinamakan dengan thermic effect of food (TEF).

Efek yang terjadi dari protein lebih tinggi dibandingkan efek dari karbohidrat atau lemak.

Studi mengindikasikan bahwa asupan protein meningkatkan metabolisme tubuh sebesar 20-30% dibandingkan dengan karbohidrat yang sebesar 5-10% atau lemak.

Meskipun tingkat metabolisme menurun saat terjadinya penurunan berat badan, bukti menunjukkan jika asupan protein yang tinggi dapat mengurangi efek ini.

Studi lainnya melibatkan peserta yang memilih 1 dari 3 cara diet dengan tujuan untuk menurunkan 10-15% berat badannya.

Diet dengan asupan protein tertinggi mengurangi total pengeluaran energi sebesar 97 kalori per harinya, dibandingkan dengan 297-423 kalori pada peserta yang mengonsumsi sedikit protein.

Sebuah studi lain juga menyatakan bahwa manusia memerlukan setidaknya 1,2 gram protein per 1 kilogram berat tubuh untuk mencegah metabolisme tubuh melambat.

Baca juga prediksi bola hanya disini!!

  • Gaya Hidup yang Kaku

Kurang bergerak mengakibatkan penurunan jumlah kalori yang Anda bakar setiap harinya.

Bukti menunjukkan bahwa orang dengan gaya hidup yang hanya duduk saat bekerja memiliki efek negatif pada metabolisme dan kesehatannya secara menyeluruh.

Meskipun mengangkat besi atau berolahraga dapat membakar banyak kalori, namun aktivitas biasa seperti berdiri, berjalan ataupun menaiki tangga juga dapat menurunkan kalori.

Aktivitas seperti ini disebut juga dengan non-exercise activity thermogenesis (NEAT).

Sebuah studi menemukan bahwa aktivitas NEAT yang tinggi dapat membakar hingga 2.000 kalori per harinya.

Berdirilah dan berjalan sebentar sewaktu Anda bekerja dapat membantu meningkatkan aktivitas NEAT dan mencegah penurunan metabolisme.

  • Kurangnya Tidur yang Berkualitas

Tidur merupakan kegiatan terpenting bagi kesehatan.

Kurangnya jam tidur dari yang Anda butuhkan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan depresi.

Kurang tidur juga dapat menurunkan tingkat metabolisme tubuh dan meningkatkan berat badan.

Sebuah studi mengatakan orang dewasa yang tidur hanya 4 jam per hari selama 5 hari berturut-turut mengalami penurunan metabolisme sebesar 2,6%.

Metabolisme mereka kembali normal setelah tidur 12 jam tanpa terganggu.

Kekurangan tidur juga memburuk apabila kita tidur pada siang hari dibandingkan malam hari.

Pola tidur ini merusak sistem dalam tubuh yang disebut dengan circadian rhythm atau jam internal.

  • Mengonsumsi Minuman Manis

Minuman dengan pemanis tambahan merugikan kesehatan Anda. Asupan yang tinggi dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti kebalnya insulin, diabetes dan obesitas.

Banyaknya efek negatif yang diakibatkan oleh minuman manis tersebut berasal dari fruktosa.

Gula mengandung 50% fruktosa, sedangkan sirup jagung mengandung 55% fruktosa.

Asupan minuman berpemanis buatan tambahan ini dapat menurunkan tingkat metabolisme tubuh Anda.

Sebuah studi selama 12 minggu yang melibatkan orang dengan berat badan berlebih yang mengonsumsi 25% dari total kalori melalui minuman berpemanis fruktosa dalam diet mereka mengalami penurunan metabolisme.

Kembali ke awal

Click to comment
To Top